Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Percaya Saja

Hari ini rasanya berat banget. Gue ngerasa sepi, kayak nggak ada yang bisa nolong, dan pikiran gue dipenuhi rasa nggak pasti. Kadang gue mikir, “Apa semua bakal baik-baik aja?” Tapi di tengah semua itu, gue diingetin kalau Allah nggak pernah ninggalin hamba-Nya. “Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya).” (QS. At-Talaq: 3) Kata-kata itu ngerasa kayak cahaya kecil yang bikin hati gue agak lega, ngingetin kalau selalu ada sandaran yang bisa gue percaya. Gue belajar, iman itu nggak berarti hidup gue bakal bebas dari masalah. Iman itu tentang tetap percaya meski masalah datang, tentang yakin kalau tangan Allah selalu ada buat nolong meski tangan manusia nggak mampu. Kadang kita nggak liat jalannya, tapi itu nggak berarti Dia nggak kerja. Gue nggak tau besok bakal gimana, tapi gue percaya, sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. (QS. Al-Insyirah: 6).  Pikiran itu bikin langkah gue hari ini lebih ringan, hati gue lebih tenang walau masih banyak...

Bertahan Atau Melepaskan?

Gue menikah dengan harapan sederhana yaitu berjalan bersama, saling menguatkan, dan tumbuh di arah yang sama. Seperti kebanyakan orang, gue masuk ke pernikahan dengan keyakinan bahwa kebersamaan akan membuat hidup terasa lebih ringan. Tapi di fase hidup gue sekarang, ada hari-hari di mana gue merasa berjalan sendirian. Bukan sendirian karena tidak ada pasangan di samping gue, melainkan karena ada jarak yang pelan-pelan tumbuh di obrolan yang tak lagi sedalam dulu, diperhatian yang makin jarang terasa, dan dikehadiran yang ada secara fisik tapi tidak sepenuhnya sampai ke hati. Gue belajar bahwa rasa sepi tidak selalu datang dari kesendirian. Kadang, rasa sepi justru muncul ketika kita bersama, tapi tidak benar-benar ditemani. Dalam perjalanan pernikahan ini, gue banyak belajar tentang kesabaran. Belajar menerima bahwa tidak semua harapan bisa terwujud. Belajar memahami bahwa setiap orang membawa kekurangan masing-masing. Tapi di saat yang sama, gue juga belajar bahwa menerima tanpa bata...