Postingan

Nahkoda Hilang Arah, Apakah Penumpang Wajib Ikut Tenggelam?

Ada kapal yang berlayar jauh, mesinnya kuat, layarnya terbentang sempurna. Dari geladak, para penumpang merasa aman. Angin membawa kapal itu maju, ombak sesekali menghantam, tapi perjalanan terus berjalan. Di anjungan, nahkoda berdiri tegap. Tangannya cekatan memegang kemudi. Peta ada, kompas tersedia, tapi jarang benar ia menunduk untuk memeriksa arah bintang. Ia percaya laut sudah cukup dikenalnya. Percaya pengalaman lebih dari petunjuk langit. Hari-hari berlalu di atas air yang tampak sama. Matahari terbit dan tenggelam, penumpang berganti aktivitas, dan kapal terus bergerak. Namun tanpa disadari, arah pelayaran mulai sedikit menyimpang. Tidak drastis, hanya beberapa derajat. Terlalu kecil untuk diributkan, terlalu besar untuk diabaikan. Bukan karena kapal ini rusak, juga bukan karena nahkodanya lalai sepenuhnya. Ia hanya terlalu sibuk memastikan kapal tetap berjalan, hingga lupa memastikan ke mana ia sebenarnya menuju. Doa-doa yang seharusnya menjadi jeda kini tergantikan oleh perh...

Percaya Saja

Hari ini rasanya berat banget. Gue ngerasa sepi, kayak nggak ada yang bisa nolong, dan pikiran gue dipenuhi rasa nggak pasti. Kadang gue mikir, “Apa semua bakal baik-baik aja?” Tapi di tengah semua itu, gue diingetin kalau Allah nggak pernah ninggalin hamba-Nya. “Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya).” (QS. At-Talaq: 3) Kata-kata itu ngerasa kayak cahaya kecil yang bikin hati gue agak lega, ngingetin kalau selalu ada sandaran yang bisa gue percaya. Gue belajar, iman itu nggak berarti hidup gue bakal bebas dari masalah. Iman itu tentang tetap percaya meski masalah datang, tentang yakin kalau tangan Allah selalu ada buat nolong meski tangan manusia nggak mampu. Kadang kita nggak liat jalannya, tapi itu nggak berarti Dia nggak kerja. Gue nggak tau besok bakal gimana, tapi gue percaya, sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. (QS. Al-Insyirah: 6).  Pikiran itu bikin langkah gue hari ini lebih ringan, hati gue lebih tenang walau masih banyak...

Bertahan Atau Melepaskan?

Gue menikah dengan harapan sederhana yaitu berjalan bersama, saling menguatkan, dan tumbuh di arah yang sama. Seperti kebanyakan orang, gue masuk ke pernikahan dengan keyakinan bahwa kebersamaan akan membuat hidup terasa lebih ringan. Tapi di fase hidup gue sekarang, ada hari-hari di mana gue merasa berjalan sendirian. Bukan sendirian karena tidak ada pasangan di samping gue, melainkan karena ada jarak yang pelan-pelan tumbuh di obrolan yang tak lagi sedalam dulu, diperhatian yang makin jarang terasa, dan dikehadiran yang ada secara fisik tapi tidak sepenuhnya sampai ke hati. Gue belajar bahwa rasa sepi tidak selalu datang dari kesendirian. Kadang, rasa sepi justru muncul ketika kita bersama, tapi tidak benar-benar ditemani. Dalam perjalanan pernikahan ini, gue banyak belajar tentang kesabaran. Belajar menerima bahwa tidak semua harapan bisa terwujud. Belajar memahami bahwa setiap orang membawa kekurangan masing-masing. Tapi di saat yang sama, gue juga belajar bahwa menerima tanpa bata...

Surat Terbuka Untuk Ajun

Gambar
  Hai Ajun, Terima kasih sudah mencintaiku dengan tulus. Mencintaiku tanpa memandang status. Tidak menuntut aku agar memiliki tubuh dan wajah yang mulus, mungkin ini bisa menjadi salah satu alasan nanti untuk aku mandi seminggu satu kali haha, bercanda. Kamu datang disaat aku sedang patah, bahkan sebelum denganmu kehadiranku pernah ditolak mentah-mentah. Mengejar sesuatu sambil berdarah-darah. Ingin marah sambil teriak, kalau perlu teriak sambil menampung berak haha, bercanda. Tiba-tiba semesta menawarkanmu. Awalnya aku biasa saja, tidak terlalu perduli juga. Tapi aku berusaha untuk menggunakan kesempatan yang sudah ada, aku memperhatikan secara detail. Berhati-hati untuk membuka hati kembali, menyambutmu dengan kedua tanganku yang mungkin sudah penuh dengan jaring laba-laba. Hingga akhirnya tidak terasa satu tahun berlalu. Hubungan yang membuatku hampir kasandung, kajeungkang, kajlungeup, katijalikeuh itu akhirnya bisa bertahan sampai hari ini. Banyak hal yang kusuka dari mencinta...

Merubah Prinsip

Hari minggu ini, saya mendatangi sebuah tempat di mana orang-orang menghabiskan waktu dengan berolahraga atau biasa disebut dengan Car Free Day. Selain tempat untuk membakar kalori-kalori nakal, ternyata tempat tersebut bisa juga jadi ladang untuk mencari rejeki untuk para pedagang. Ya saya ke sana juga bermaksud survey tempat atau lokasi untuk membuka lapak dagangan yang saya baru rintis sebulan ini sih mhehee... Hari ini, saya diperlihatkan oleh Tuhan sebuah pemandangan yang membuat saya terdiam sejenak. Saya mencoba berpikir dengan cara menyegarkan pikiran saya berkali-kali. Mungkin memang sudah bukan hal yang biasa lagi di lingkungan kita seperti di Indonesia ini. Ada satu pedagang yang membuat saya melihat tanpa mampu berkedip, berbicara tanpa mampu untuk berkata-kata, dan seolah-olah mampu untuk menghentikan jam yang berdetik. Seorang kakek dengan pakaian agak lusuh, banyak kerutan-kerutan didahinya, begitupun warna rambut yang sudah tidak hitam lagi. Duduk di sisian...

Brownies 3Sdm

Gambar
Resep: - 3 sdm tepung terigu - 3 sdm cokelat bubuk - 1/4 sdt soda kue - 3 sdm gula pasir - 3 sdm skm cokelat - 3 sdm air hangat - 3 sdm minyak sayur - 1 butil telur - sejumput garam Langkah: - Saring terigu, cokelat bubuk. Lalu satukan dalam wadah. Kemudian terigu, cokelat bubuk, soda kue dan garam di aduk rata - Kocok telur dan gula - Tuangkan kocokan telur, gula tadi kedalam wadah tepung. Aduk dan tambahkan skm cokelat dan air hangat - Finally, tuangkan minyak sayur. Aduk  rata - Kukus 30 Menit.  Jangan lupa tutup panci dialasi serbet. Selamat mencoba. Pict dibawah

Soto Kuning Ceker

Gambar
Cuaca di luar panas banget, enaknya makan yang pedas-pedas nih. Dari pada cuma nge-khayal cus eksekusi ke dapur. Check it out.. Resep: - 10 kaki ayam (ceker) yang sudah dibersihkan - 1 bks soun kaca - 1 kol sayur - 1 buah jeruk nipis - 1 buah tomat - 3 lbr daun salam Untuk bumbu: - 5 cabe keriting merah - 5 cabe rawit - 3 siung bawang merah - 3 siung bawang putih - 1/2 ruas kunyit - secukupnya ketumbar - secukupnya kemiri - sejumput garam - secukupnya masako (penyedap) Langkah: 1. Rebus kaki ayam (ceker), bila sudah matang sisihkan 2. Ulek bumbu-bumbu sampai benar-benar lembut 3. Tumis bumbu sampai harum, tidak lupa dengan daun salam 4. Tambahkan air secukupnya 5. Masukkan rebusan kaki ayam (ceker) tadi 6. Kemudian masukkan perasan jeruk nipis,  tomat yang di slice, garam, dan penyedap 7. Tunggu hingga matang. Selagi menunggu, siapkan panci untuk merebus soun kaca 8. Potong-potong kol muda sayur tipis-tipis 9. Tata di bowl atau mangkuk 10. Sa...