Jika Jodoh Ditangan Tuhan, Mengapa Harus Ada Kata Pacaran?!

Entah berapa kali aku jumpai dua sejoli berseragam biru-putih. Mataku tertuju. Nguping bersahaja -telinga. Dunia milik berdua. Bagaimana tidak? Halte pertama sudah mereka cumbui sejak tadi, hingga bus melaju kencang pada kecepatan kilometer menuju pemberhentian terakhir. Mencoba membuka percakapan -mereka.

"AYAH | IYA BUNDA"
"SAYANG | IYA SAYANG"

Seketika suasana berubah menjadi signifikan, sialnya lagi mereka duduk bersampingan denganku, aku tetap memandang keluar jendela bus -senandika.
Celotehannya membuatku muak, menjurus mengenai hubungan yang begitu serius layaknya orang-orang yang sudah dewasa pada umumnya. Klise tapi nyata. Rasanya aku ingin marah kalau bisa sampai mulutku berbusa. "HEI PLIS DEK,  JIKA ADA SERIBU ANAK BANGSA SEPERTI KALIAN, CELAKALAH NEGERI INI"

Itu gumam hatiku, tapi aku berubah pikiran. Sangat tidak lucu bila mereka menyelaku balik. " IRI YA KAK?!".
Lah?!

Sudahlah lebih baik aku buang jauh-jauh kalimat yang setadinya ingin aku keluarkan. Dan aku masih tetap memandang keluar pada jendela bus yang sejak tadi menjadi tempat lamunanku.

Aku berulang kali menyegarkan pikiranku untuk tetap berada pada satu arah, jika memang jodoh ditangan Tuhan mengapa harus ada kata pacaran?
Ya..
Ini rumit. Tidak, ini mudah. Tuhan mengatur segalanya tidak menggunakan perhitungan sebab baginya ini bukan statistika.

Selalu ada alasan mengapa Tuhan mendekatkan kita dengan seseorang entah untuk dipatahkan atau dipersatukan. Wahai hati, bersabarlah dalam menunggu, tidak ada yang bisa dilakukan dalam hal ini kecuali mengaminkan doa seseorang yang disana disetiap sholat sepanjang hari ini.




Komentar

  1. Jodoh memang tak kemana ,namun seseorang harus berusaha untuk mendapatkan/menemukanya. Tuhan hanya meberi jalannya dan kita yg menjalankannya, tapi akan mungkin kita lupa kepadanya, disepanjang jalan hidup penuh dengan liku" yang membuat kita menyerah sebelum sampai pada tujuankita. Dan apa yg kita mau blm tentu bagus dimata tuhan tp apa yg tuhan mau pasti bagus buat kita namun kita lah yg tak menghargainnya, jodoh itu bagai sebuah benih pohon kalau kala kita merawatnya dengan baik maka berbuahlah pohon itu, dan apabila kita abaikan benih itu yg tumbuh hanyalah rumput liar yg tak berharga. Nice to bee with you

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan maksud untuk berhenti atau tidak mencari sama sekali. Tapi cinta butuh alasan untuk tetap tinggal.

      Hapus
    2. Tapi bukankah cinta tidak membutuhkan alasan?

      Hapus
  2. Cinta itu butuh alasan tapi seringkali memudarkan logika terhadap banyak hal.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paranoid.

Aku Tolol

Menjalin rasa menjamin asa.