Terperangkap

Diujung jalan hanya ada kegelapan. Tak ada cahaya satupun, bahkan bulan pun tak mampu menerangi seakan berpihak hanya pada satu sisi. Hanya ada aku sendiri, sepi, dan sunyi. Tak jauh dari tempat aku berdiri terdengar suara bergema. Kini pandanganku mulai menjadi takut. Jantungku mulai tak seirama. Suara itu semakin mendekat, gendang telinga pun seakan pecah dibuatnya. 'Semoga telingaku tak putus' pikirku. Lima menit setelahnya suara itu pun menghilang, entahlah hilang bersama angin atau terbunuh bersama waktu yang membisu. Aku tak suka diam. Lalu aku berjalan lagi tanpa henti. Ya, meski aku tahu ini gelap aku berjalan merangkak tanpa peduli luka dikaki dan tangan yang mulai membeku. Tidak, ini tidak ada ujungnya. Mungkin salahku tak mengukur waktu dan berapa meter aku berjalan. Aku kembali, kembali ditempat aku setadi berdiri bersama suara yang menghilang tanpa permisi. Lalu aku berteriak sekencang-kencangnya, meneriakan atas sepi yang tak kunjung pergi. Aku hanya ingin ramai. "Busshhh" seketika muncul bayangan dari belakang badanku melesat seperti kilat. Ah ini hanya didasari doktrin dikepalaku saja yang memang tidak stabil. Aku berusaha untuk tetap tenang. Tapi tidak, ia mulai menyentuh jari-jari kakiku. Aku berteriak "tolong, Ibu tolong anakmu". Sesekali ia melumpuhkan kaki hingga bagian pinggul. Mau apa sebenarnya?!! Aku pasrah semoga Tuhan masih berpihak kepadaku. Kini giliran tanganku ia mengambil keduanya. Mati rasa kini aku. Aku bertanya: "siapa kamu? Perlihatkan wujudmu dan apa maumu dariku??" Tidak ada jawaban, ia hanya menyublim bila ada jiwa baru. Aku lumpuh. Tidak lama terdengar celotehan: "aku adalah kerinduan, hakikatku hanya ada pada Tuhan. Aku tak berhak untuk tetap menutup-nutupi. Aku memang berada dikegelapan yang salah. Aku mengharapkan satu cahaya itu muncul yakni cinta. Tapi ini apa!! Aku malah merampas bagianmu dengan menguliti separah hingga berdarah. Aku berusaha mendengungkan dengan suara dalam pencarian yang sepanjang pengetahuanmu memang tidak bisa disangka-Sangka. Penyangkalan ini terlalu keras. Yang aku mau kamu tetap berada dikerinduan dalam gelap yang penuh rasa bersalah ini". Aku memberontak, untuk apa? Untuk pergi dan bangkit dari rasa sesal yang salah. Sayang, nadiku separuh sudah dimilikinya. Ini bukan lelucon, tadirku bukan mati pada kerinduan yang salah. "Ibu tolong aku, bu". Mataku terbuka dan ibu ada disampingku. Ya Tuhan, ini hanya mimpi buruk. Aku menangis dalam pelukan ibu. Kini aku benci dalam menjabarkan rasa kerinduan. Ini masalahku.

Komentar

  1. Jadi, terperangkap dalam mimpi. Owalah, gitu maksudnya. Diksinya bagus, ya. Cuman ada beberapa yang aku kurang ngerti penggunaan katanya. Mungkin guenya yang harus banyak membaca lagi..

    Alurnya tegas banget, keren deh. Salam Kenal, ya.

    BalasHapus
  2. Mungkin perangkapnya pandai kali ya. Bisa-bisanya melabui kamu hehe. Thank you :)

    BalasHapus
  3. Iya mimpi di kerinduan yg salah. Emm maklum mas aku masih newbie jd masih belajar kalo untuk penggunaan kata hehe. Oke salam kenal juga mas heru.

    BalasHapus
  4. Aku hidup dari segenap cahaya dan semakin aku besar aku lebih menyukai kegelapan. Gelap buka bearti keburukan karna tak kan ada terang tanpa adanya gelap. Gelapku menemaniku selama ini, menutup sesosok diriku dimasa lalu, menutupi siapa aku yg sebenarnya dan memberikan sesosok baru yang biasa orang lihat, sesosok anak yang terlihat riang walau bukan sosok sebenarnya. Pernahkah kau keecewa dengan seseorang? Ataukah pula dengan dirimu? Jangan kau kecewakan orang lain apa lagi dirimu sendiri, gelapku memberitahuku janganlah takut untuk melihat walau tak kan jafi kenyataan, jalan ku menuju gelaoku itu bermula, dari waktu yang pernah ku lewatkan dengan sia-sia yang tak pernah bisa terulang kembali. Andai saja setitik cahaya yang menyilaukan ku itu terjadi lagi,ku kan siap untuk mengatakannya dalam gelapku, untuk menempuh cahaya yang menyilaukan, walau sekejap membawa kebahagiaan dan membekas digelap hatiku. Yang sekarang hanya ku bisa lihat dalam gelapku setitik cahaya dimasa lalu

    gara" ka dini jd keluar lg pemikiran bodoh akan kata" aneh ku yg terlintas di benakku sebagai anak kecil. Walau sedikit ada makna yg melirik sosok ku ini

    BalasHapus
  5. Selalu berlawanan antara gelap dengan terang hitam dengan putih. Pasti akan ada cahaya walaupun sedikit, tapi yakin pasti ada.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paranoid.

Aku Tolol

Menjalin rasa menjamin asa.