Gerimis Februari
Luas lagi sunyi
Harumnya gerimis februari
Terpantul lampu senja basahi ranting-ranting kenari.
Tuan kembali,
Datang bagai sangkurdi berbaju besi
Membawa pedang berlumur darah
Dengan tamengnya berwajah pasrah.
Aku menari-nari dibawah sahutan gerimis
Bulir-bulirnya menghantam dengan bengis.
Aku hentakan kaki pada bumi agar semua tahu aku tak ingin sendiri
Ya, aku cuma perempuan yang menikmati apa yang Tuhan beri.
Menyimpulkan semua sudut menjadi satu alasan
Mengeja analogi dan logika disetiap genangan pengulangan.
Aku terlalu tolol.
Aku tak sadar dengan ekspetasi aku sendiri
Senandungku terlalu lampau untuk disimak.
Semesta bungkam. Diam. Muram.
Ah sudahlah, Tuhan saja tak sealay ini
Dengan gerimis caraku mencintai
Biar gerimis mengecup teduh dipelupuk mataku.
(10feb:mybirth)
Harumnya gerimis februari
Terpantul lampu senja basahi ranting-ranting kenari.
Tuan kembali,
Datang bagai sangkurdi berbaju besi
Membawa pedang berlumur darah
Dengan tamengnya berwajah pasrah.
Aku menari-nari dibawah sahutan gerimis
Bulir-bulirnya menghantam dengan bengis.
Aku hentakan kaki pada bumi agar semua tahu aku tak ingin sendiri
Ya, aku cuma perempuan yang menikmati apa yang Tuhan beri.
Menyimpulkan semua sudut menjadi satu alasan
Mengeja analogi dan logika disetiap genangan pengulangan.
Aku terlalu tolol.
Aku tak sadar dengan ekspetasi aku sendiri
Senandungku terlalu lampau untuk disimak.
Semesta bungkam. Diam. Muram.
Ah sudahlah, Tuhan saja tak sealay ini
Dengan gerimis caraku mencintai
Biar gerimis mengecup teduh dipelupuk mataku.
(10feb:mybirth)
Komentar
Posting Komentar