Seimbang

"Sekilo berapa harga buah melon ini pak?!"

"Rp. 12.500-,00, duakilo aja neng, bapak kasih harga Rp. 23.000-,00 !!"

"Kenapa harganya jadi jatuh setelah dikalikan pak, padahal ditimbangan berat dua kilogram bernominal Rp. 25.000-,00 ??"

"Haha si eneng dikasih murah masa gak mau!!"

Beliau tertawa, aku mengerutkan kening

"Neng tahu tidak, kenapa perempuan itu sangat dimuliakan?!"

"Karena derajatnya"

"Iya bener, tapi bukan itu yang bapak mau jelaskan. Ini ada kaitannya dengan buah melon yang harga nominalnya jatuh yang si neng pertanyakan barusan. Coba kamu ambil buah melon lalu kamu pegang kemudian taruh kembali"

Dengan perintahnya tanpa pikir panjang, aku mengambil satu buah melon. Aku meraba, memegang kesetiap sudut-sudutnya. Lhoo buah melon punya sudut??

Ditaruh kembali...

"Coba neng ambil lagi, terus ditaruh kembali"

Lhoo apa maksudnya si bapak penjual buah ini mahu melabuhi saya?
Ya aku turuti saja disetiap ucapan yang dilontarkan, setelah melakukan hingga tiga kali.

"Sudah mengerti neng?"

Aku menggelengkan kepala dengan tatapan sinis

"Haha pantas saja, wong mukamu agak sedikit kesal"

Apaa 'agak sedikit' katanya ????

"Gini deh neng, buah melon yang sejak tadi neng pegang kemudian ditaruh kembali secara berulang-ulang, ini sudah dilakukan pembeli sebelumnya. Si pembeli hanya memegang, meraba kemudian menawar, padahal sudah sangat jelas buah melon tersebut masih segar dan ranum. Harganya pun masih mahal bahkan bapak tambahkan 20% dari harga awal. Kemudian pembeli selanjutnya pun sama menawar harga banding. Si pembeli ini tahu buah ini sudah ditawar-tawar sebelum ia menawarnya tapi ia hanya memegang tanpa membeli malah bapak sudah turunkan harga 15%. Bapak pikir ah sudahlah melon ini sudah tidak ada daya tarik lagi untuk dijual kembali. Arloji ditangan bapak menunjukkan waktu sudah petang. Karena si neng ini pembeli terakhir bapak kasih tawaran dengan harga yang sangat jauh nominalnya. Begitupun dengan perempuan atau wanita. Bila si wanita tersebut pernah dipegang, diraba oleh orang yang belum tentu membelinya ( Re:lelaki) dan bahkan tidak jadi transaksi yang dinamakan pernikahan maka jatuhlah harga nilai si wanita tersebut".

"Hmm seimbang yak pak!!"

"Jadi gak beli buah melonnya?!"

"Gak deh, saya beli buah semangka yang masih segar dan baru saja. Tak apalah mahal karena nominal harga tidak pernah membohongi kualitas barang tersebut"

Si bapak kemudian tertawa terbahak-bahak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paranoid.

Aku Tolol

Menjalin rasa menjamin asa.