Skuter Kuning

Aku menjumpaimu disudut bawah Ibu kota. Kamu terpajang manis diantara yang lainnya. Saat aku masuk, tahukah kamu aku mulai tertarik akan tekstur desainmu, warna unik ditubuhmu, suara bising mencamping kuping, dan bagian lainnya yang tak terlihat oleh ku. Aku berulang kali untuk tidak melirikmu tapi seperti ada logam magnet menyeret tubuhku untuk tetap memilihmu.


Sepertinya kamu usang dan berdebu. Ah, pasti sudah lama si pemilik yang dulu menjualnya. Aku pun memutuskan untuk mulai memasuki kamu dalam kehidupanku. Dan aku pastikan pula tidak ada kerusakan pada mesin hatimu atau kenangan dengan si pemilik sebelumnya. Sungguh indah bukan bila aku dan kamu menjelajahi alam semesta. 


Nyatanya, aku kalah memenangkanmu dalam hal ini. Si pemilik terdahulu datang kembali, ia merebutmu dariku. Siapa yang perduli, bahkan kamu pergi dan tak bisa kumiliki, aku hanya bisa gigit jari, iri :'( .... Ia memang beda ia tahu cara menarik tali gas seorang perempuan dengan tepat. Ia paham akan kopling kepekaan dan ia tahu dimana pengereman kesetiaan untuk siapa. Ia hanya lelah  dalam jalan raya yang begitu ramai ia hanya skuter kuning, si LIBRA yang setia pada hening.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paranoid.

Aku Tolol

Menjalin rasa menjamin asa.