Sampai Hati
Ah kamu ini!! Isyaratku menunjukkan aku sudah benar-benar bangkit dari kecemasan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan kembali. Kamu berhasil membuat hujan yang kunantikan berubah menjadi mentari untuk mencintai pelangi.
Simpulan senyumanmu membentuk skema, bentuknya pun cuma setengah lingkaran tapi indahnya bukan main. Lalu kamu datang menyelumatkan doktrin yang selama ini didasari sudut-sudut kepedihan.
Wacanamu terhadap dunia begitu nyata hingga aku kalap terpikat kuat oleh logika. Kepiawaianmu menelisik sudut pandangku akan kekaguman dan kecerdasan tanpa aksi yang berlebihan.
Kamu sadar? Rasa ini nyaris aku peluk sendirian. Kamu datang dalam diam. Ada rindu yang tak aku perlihatkan. Bukan, bukan itu. Ambigu menghantui rasa nyaman. Takut, ya takut jika kamu tertelan kembali oleh masa lalu mu (Re: trauma).
Semoga setelah ini aku tak lupa untuk membenah dari hati yang salah. Ya.. Semoga saja.

Komentar
Posting Komentar